Sejarah Akupunktur

Posted by on October 16, 2013 in Artikel | 0 comments

Sejarah Akupunktur

Akupunktur lahir di Cina. Ilmu Akupunktur mulai berkembang sejak Jaman Batu, yaitu sekitar 5000 tahun yang lalu di Cina, dimana mereka menggunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Dalam perkembangannya, penggunaan jarum akupunktur telah berubah dari jarum batu menjadi jarum bambu, dari jarum bambu menjadi jarum tulang, dan dari jarum tulang menjadi jarum perunggu, dan saat ini telah digunakan jarum stainless sekali pakai.

Menjelang pertengahan abad ke-20, Ilmu Akupunktur sangat berkembang dan beradaptasi dengan tututan zaman serta perkembangan ilmiah zaman modern. Praktek akupunktur dilakukan oleh seluruh dokter lulusan Universitas di Cina. Tahun 1968 diadakan riset penggunaan Ilmu Akupunktur dalam pembedahan, sebagai anesthesia pengganti obat bius.

Ilmu Akupunktur juga berkembang di Jepang dan Korea. Diperkirakan tahun 250 sebelum Masehi Jepang telah mempraktekkan ilmu akupuntur, sementara Korea mulai mempraktekkan ilmu akupunkturnya sejak 2000 tahun yang lalu. Ilmu Akupunktur juga diakui dan dipraktekkan di Eropa. Tahun 1683, Wilhelem Ten Rhyne dari London, menerbitkan bukunya tentang pengobatan Rheumatik dengan akupunktur. Tahun 1712, Engelbert Kampfer, seorang Jerman, juga menerbitkan buku tentang akupunktur di negerinya. Dan tahun 1863, seorang Perancis, Louise Berlioz, menerbitkan buku akupunkturnya yang merupakan buku akupunktur pertama di Perancis. Di Amerika Serikat, ilmu akupunktur telah berkembang lama dalam lingkungan China Town di kota San Fransisco dan New York. Mereka bahkan telah mempraktekan ilmu akupuntur sebagai anesthesia dalam pembedahan pencangkokan kulit, tumor, hernia, pencabutan gigi, semuanya dilaporkan memperoleh hasil yang memuaskan.

Ilmu Akupunktur di Indonesia

Ilmu akupuntur masuk ke Indonesia dibawa oleh para perantau dari negeri Cina. Mereka membawa kebudayaannya dan pengobatannya ke Indonesia, namun sangat terbatas pada kalangan tertentu, yaitu hanya bisa dipraktekkan para Sin She. Barulah pada tahun 1963, Departemen Kesehatan Indonesia dalam rangka penelitian dan pengembangan cara pengobatan Timur, termasuk Ilmu Akupunktur, atas instruksi Menteri Kesehatan masa itu, Prof. Dr. Satrio, memasyarakatkan pengobatan akupunktur di Indonesia. Sejak saat itu, banyak Rumah Sakit dan Universitas yang telah mengajarkan dan mempraktekkan Ilmu Akupunktur di Indonesia.